ATURAN PERUSAHAAN – HAK DAN KEWAJIBAN

ATURAN PERUSAHAAN – HAK DAN KEWAJIBAN

WIRALINK – Saya bukan siapa-siapa saat mencoba membangun bisnis mandiri dengan bekerja sama dengan beberapa teman yang mempunyai visi dan misi sama dalam memandang masa depan.

Saya bukan ORANG HEBAT dan Insya Allah saya tidak / jangan sampai mempunyai cita-cita untuk menjadi orang hebat. Tetapi, saat membangun usaha UKM ini, saya sungguh berharap dan akan terus berjuang agar bisa segera terwujud MEMPUNYAI TEAM KERJA YANG HEBAT.

Jujur saja, saya termasuk ‘ABANGAN’ dalam menjalani ajaran agama Islam. Tetapi ada beberapa aturan yang akan saya usahakan untuk dilakukan dalam perusahaan kecil yang kami rintis dengan berdarah-darah ini, antara lain yaitu :

“Kaum muslimin wajib mematuhi persyaratan yang telah mereka sepakati.” (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 14: 390).

“Orang yang menunda kewajiban, halal kehormatan dan pantas mendapatkan hukuman” (HR. Abu Daud no. 3628, An Nasa-i no. 4689, Ibnu Majah no. 2427, hasan).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan memberikan upah sebelum keringat si pekerja kering. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Berikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering.” (HR. Ibnu Majah, shahih). Maksud hadits ini adalah bersegera menunaikan hak si pekerja setelah selesainya pekerjaan, begitu juga bisa dimaksud jika telah ada kesepakatan pemberian gaji setiap bulan.

Al Munawi berkata, “Diharamkan menunda pemberian gaji padahal mampu menunaikannya tepat waktu. Yang dimaksud memberikan gaji sebelum keringat si pekerja kering adalah ungkapan untuk menunjukkan diperintahkannya memberikan gaji setelah pekerjaan itu selesai ketika si pekerja meminta walau keringatnya tidak kering atau keringatnya telah kering.” (Faidhul Qodir, 1: 718)

Menunda penurunan gaji pada pegawai padahal mampu termasuk kezholiman. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Menunda penunaian kewajiban (bagi yang mampu) termasuk kezholiman” (HR. Bukhari no. 2400 dan Muslim no. 1564)
Referensi : http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/4236-bayarkan-upah-sebelum-keringat-kering.html

Intinya adalah :

  • Perusahaan akan mencoba berjalan sesuai kesepakatan kerja yang sudah disetujui bersama
  • Perusahaan akan mencoba bersikap adil dan tidak berlaku dzolim pada pihak-pihak yang terlibat sesuai dengan hak dan kewajibannya.
  • Perusahaan akan mencoba melunasi semua beban kewajiban

Sebaliknya perusahaan menuntut karyawan sebagai berikut :

  • Bekerja semaksimal mungkin sebatas kemampuan untuk menghasilkan produk berkualitas terbaik
  • Tidak melakukan kecurangan dalam bentuk apapun terutama dalam masalah keuangan. Team yang curang tidak akan membuat roda perusahaan berjalan di jalur yang benar sehingga oknum curang harus segera dibuang dari sistem

Bagaimana menurut anda? Apakah cukup adil?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: