Cara Saya Mencari Rejeki Uang Online

toko online

toko online

Cara Saya Mencari Rejeki Uang Online

WIRALINK – Semoga artikel ini bukan menjadi bahan pamer dan riya’ yang berujung pada rasa sombong sehingga merasa paling hebat. Saya hanya seorang pemula ‘nubi banget’ yang mencoba mencari rejeki online dalam kesibukan dunia maya.

Saat ini saya mengelola online shop yang menjual PRODUK SEGMENTED. Saya hanya menjual 1 jenis barang yang tentu saja bersama variannya termasuk bermacam merek dalam produk sejenis. Saya mengandalkan mesin pencari Google untuk mendapatkan konsumen yang mau membeli barang yang saya tawarkan dan berkenan berbagi rejeki untuk kami sekeluarga.

Yah, cara ini saya lakukan ketika akun Google Adsense kena badai banned. Saya sudah mencoba berkali-kali dan sudah mencatat rekor banned sebanyak 5 akun GA hingga saya merasa capek kalau harus mengejar klik dollar dari program Google sementara kebutuhan hidup tidak bisa di-stop. Mengandalkan GA membuat saya merasa pusing. Jujur saja, saya tidak tahu (atau belum tahu) bagaimana cara menjinakkan bot Adsense sehingga akun bisa aman terkendali.

Selain itu, saya merasa kesulitan untuk mengikuti jejak teman-teman Internet Marketing lain yang asyik bermain di Amazon atau ClickBank (CB) karena saya tidak menguasai bahasa Inggris. Ketika beberapa teman ada yang memakai tool AGC untuk membuat konten dalam blognya, saya (maaf) merasa kurang sreg. Mungkin saya yang terlalu idealis tetapi rasanya (lebih baik) hal ini tidak perlu dibahas panjang lebar ya. Nanti malah menjadi debat kusir.

Akhirnya, saya melirik pasar lokal karena disadari atau tidak saat ini kesadaran orang akan online shopping terus meningkat. Orang mulai percaya untuk melakukan transaksi online dengan kewajiban men-transfer sejumlah uang (harga barang dan ongkos kirim) kepada pihak penjual yang jauh di sana. Dalam hal ini tentu saja ada ‘syarat dan ketentuan’ yang harus diikuti karena menyangkut tingkat kepercayaan konsumen.

Bagaimana Cara Saya Mencari Rejeki Uang Online?

Sudah saya sebutkan diatas, kata kuncinya adalah : PRODUK SEGMENTED
Saya akui saya termasuk orang malas sehingga berat untuk pergi kesana kesini agar mendapatkan bermacam barang dagangan untuk dipasarkan di dunia maya. Hal ini yang menyebabkan saya hanya menjual 1 jenis produk tertentu dan mencoba mengeksplorasi apa yang ada termasuk jenis, merk, kualitas dan lain-lain.

Bingung? Begini, penjelasannya :

Ketika ada beberapa teman yang menjual banyak item produk dalam toko onlinenya maka saya berusaha menghindari hal ini karena capek ngurusnya. Ada teman mempunyai toko yang menjual fashion yang meliputi baju, aksesoris, pernak-pernik dll. Wah, membayangkan repotnya saja sudah membuat saya capek dan pusing.

Saya sering mencari dan ‘ngubek-ubek’ isi forum Internet Marketing untuk menemukan penawaran kerjasama dari beberpa Imers yang bermain ‘make money online’. Saya juga melalui usaha coba-coba. Ada beberapa nama domain Top Level Domain (TLD) yang saya register sebagai sarana belajar dan laboratorium bisnis online. Domain dan sewa hosting tumbuh 1 tahun dan tahun ke-2 tidak saya perpanjang karena saya merasa bahwa bisnis tersebut tidak menjanjikan prospek keuntungan yang baik.
Ssstttt … jujur saja, istri sering ngomel ketika saya sering belanja domain dan hosting!

Saya mengandalkan nama TLD yang langsung menembak keywords barang dagangan, artikel unik dan backlinks untuk mendapatkan posisi bagus di SERP Google. Saya mengejar halaman 1 hasil pencarian Google dan maksimal di halaman 3 karena saya yakin bahwa akan terjadi transaksi penjualan ketika olshop kita berada di halaman 1, 2 dan 3. Jadi, kalau sudah masuk halaman 4 bahkan lebih ya silahkan saja perbanyak berdoa dan berharap ada konsumen nyasar ke lapak kita.

Cara saya memilih nama doman adalah :

Misalkan saya akan berjualan ‘Tas Branded’ maka saya merenung untuk mencari ide nama domain yang akan saya pakai sebagai toko online. Seringkali saya tidak mengandalkan tool ini itu untuk melihat tingkat persaingan di SERP Google. Saya memposisikan diri sebagai pihak pembeli yang akan mencari informasi barang yang saya butuhkan sehingga hasil analisa ‘ngawur’ saya akan menghasilkan beberapa ide sebagai berikut :

  • Toko Tas Branded
  • Pusat Tas Branded
  • Beli Tas Branded
  • Jual Tas Branded
  • Pesan Tas Branded
  • Grosir Tas Branded
  • Dan lain-lain yang mengandung katakunci Tas Branded

Beberapa hal penting yang harus diingat dalam membuat olshop adalah :

1. Pergunakan domain .com.
Apa alasannya? Secara detailnya saya tidak tahu tapi rasanya lebih enak saja. Hehehe.  Apabila nama incaran sudah diambil orang ya saya mencari nama yang lain.

2. Jangan terfokus pada nama domain yang singkat
Saya juga nggak masalah kalau nama domain saya menjadi aneh misalkan ‘TOKOTASBRANDEDONLINESIAPKIRIMKESELURUHINDONESIA.COM’ karena nanti saat ditulis di Title akan menjadi ”TOKO TAS BRANDED ONLINE SIAP KIRIM KE SELURUH INDONESIA’. Saya merasa ini cukup nonjok langsung ke target konsumen. Bener begitu?

3. Hindari Produk Umum, masuk ke produk Khusus (SEGMENTED)
Pada contoh di atas adalah ‘tas branded’, jujur saja, saya malas jualan produk ini karena biasanya musuhnya berat di SERP Google. Banyak Online Marketing yang melirik sehingga toko online nya pasti sudah di setting  SEO tingkat dewa. Persaingan berat! Mendingan menyingkir dan mencari medan pertempuran yang lain. Misalkan cobalah menjual ayam kampung, susu kambing murni, anak bebek petelur, dll yang unik dan tampil beda karena biasanya penjual produk-produk segmented ini adalah pebisnis murni yang tidak mengerti dunia SEO sehingga blog atau websitenya dibuat ala kadarnya.

4. Jangan memakai kata ‘MURAH’
Saya anti dengan kata murah dalam olshop walaupun (misalnya) saya menjual produk ‘kerupuk’ yang tentu saja harga jualnya murah. Saya tidak mau berlomba dalam produk murah sehingga menghasilkan keuntungan minimalis yang malah nombok ketika diperhitungkan dengan tenaga, pikiran dan waktu yang sudah saya pertaruhkan dalam bisnis ini. Jujur, beberapa produk saya berharga premium walaupun banyak yang menjual produk sejenis dengan harga murah.

Ketika orang-orang dan lapak sebelah menawarkan (misalnya) kerupuk dengan harga Rp. 1.000,-/buah maka saja menjual dengan harga minimal Rp. 2.000,-/buah. Tentu saja saya akan memberikan alasan yang masuk akal dan memberikan bonus atau layanan khusus sehingga konsumen mau membeli produk tersebut.

5. Berdoa dan banyak bersyukur.
Yah, namanya jualan ya rejeki nggak tentu jumlahnya. Berdoa saja agar barang dagangan kita laris manis dan bersyukur berapapun jumlah transaksi yang berhasil dibukukan sebagai omset penjualan.

Apa lagi ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: