Bahagia = Rasa Syukur

WIRALINK –  Salam Wirausaha Mandiri!

Berapa angka penghasilan yang bisa anda dapatkan setiap bulan? Apakah 1 juta, 2 juta, 3 juta, … 10 juta, 15 juta atau bahkan lebih dari nominal itu? Apa yang anda rasakan dengan penghasilan tersebut?

Di akun Facebook, seorang teman bercerita begini :

[cerita pagi hari]
Ada temen (si A) dengan 2 orang anak yang masih balita, gaji dari pekerjaannya Rp. 1,2 juta sebulan. Setiap aku bertemu dengannya selalu terdengar ucapan motivasi dan semangat dalam jiwanya, pun di Fbnya acapkali aku menengok ke Fb nya statsnya penuh dengan wejangan dan cinta terhadap keluarganya.

Di sisi lain aku pun punya seorang teman (si B) yang cukup berhasil dalam bisnis nya. Dia masih bujangan dan penghasilan per bulan bisa mencapai angka Rp. 15 juta bahkan kadang lebih. Tetapi setiap aku bertemu dengannya, dia selalu gelisah dengan senyum yang mengambang. Dia sering update status facebook yang berisi kegelisahan dengan angka-angka dan masa depan.

Apa yang membedakan keduanya?
Si A untuk mendapatkan uang Rp. 10 juta mungkin harus puasa 2 tahun (karena pasti sebagian gaji nya sudah terpotong untuk beaya hidup dan makan keluarga). Tetapi dia selalu bersyukur bahkan bisa dibilang kehidupanya sangat damai dan tentram.

KENAPA?
# kalau aku dizinkan untuk mengambil kesimpulan dari cerita diatas, mungkin bukan Nominal angka penghasilan dan uang yang bisa diperoleh yang akan membuat orang bahagia … tetapi RASA BERSYUKUR.

Bagaimana menurut anda?

Kita sering mendengar ungkapan, ‘Uang adalah segalanya.’ Tetapi ada juga sebagian orang yang mengatakan , ‘Uang bukan segalanya tetapi kita membutuhkan uang untuk membeli segala keperluan hidup kita.’

gelisah

gelisah

Segala keperluan. Disini artinya, keperluan fisik yang bersifat material kebendaan dan bukan keperluan jiwa contohnya ‘rasa bahagia’. Benar begitu?

Jaman sekarang di era globalisasi, banyak orang yang berpedoman pada teori kebendaan yang bersifat meterialistik. Apakah hal tersebut salah? Menurut saya, tidak! Kita wajib mengejar dunia tetapi ya (sebaiknya) jangan melupakan akherat. Kebutuhan fisik dan non fisik harus seimbang agar kita bisa merasa bahagia tidak menjadi ‘generasi gelisah’ yang selalu takut pada bayang-bayang masa depan.  Akherat selalu mengingatkan ada kehidupan lain setelah kehidupan di dunia sehingga kita akan berdoa kepadaNya hingga akhirnya bisa mengerem nafsu duniawi dan membuat batin menjadi tenang tidak terus menerus diburu kegelisahan duniawi.

Kegelisahan adalah wajar. Banyak orang mengalihkan rasa gelisahnya dengan kehidupan duniawi yang penuh gebyar. Larut dalam Pesta Dunia adalah salah 1 cara melupakan kegelisahan. Tetapi, selalu saja pesta harus berakhir. Dan, ketika mereka menemukan dirinya tidak lagi dikelilingi pesta dimana banyak teman dengan banyak kesenangan duniawi maka (bisa saja) rasa gelisah malah akan bertambah. Uang yang dikeluarkan untuk membeli pesta ternyata hanya mengalihkan pikirannya untuk sementara waktu. Mereka akan kembali ke kehidupan nyata setelah pesta itu usai.

Saya bukan orang alim yang 100% tunduk pada perintah serta ajaran agama. Saya seringkali lalai dan kebanyakan karena sengaja karena sibuk mengejar duniawi.  *Mohon ampun, Tuhan!*

sujud syukur

sujud syukur

Saya seringkali merasa gelisah dan takut. Dan, ketika tanpa sadar saya menyebut nama Tuhan dalam doa-doa sederhana yang saya bisa lafalkan … Saya langsung merasakan ketenangan luar biasa.  Ajaib! Ketenangan batin bisa saya dapatkan secara GRATIS – TANPA PERLU MEMBAYAR.  Efek yang lain, ketenangan jiwa itu memberikan rasa syukur pada apa yang sudah bisa saya peroleh.

Ketika saya hanya mempunyai uang Rp. 1.000 maka saya akan merasa takut dan gelisah karena esok atau lusa saya harus membayar kewajiban sebesar Rp. 2.000. UANG SAYA KURANG! SAYA TIDAK PUNYA UANG! Tetapi ketika saya berdoa memohon petunjukNya, saya merasa tenang karena Alhamdulillah saya masih bisa mempunyai uang Rp. 1.000,- dan banyak saudara-saudara lain yang malah tidak punya uang. Rasa tenang ini akan membuat pikiran saya bekerja sehingga ada ide untuk mencari kekurangan uang pembayaran dengan cara-cara yang halal tidak merugikan orang lain.

“Hai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan dengan sabar dan solat. Sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153)

Bagaimana menurut anda?

jual madu murni asli tangerang

jual madu murni asli tangerang

DISCLAIMER :

  1. Maaf, saya tidak bermaksud menggurui atau sok pintar. Saya hanya ingin sedikit berbagi.
  2. Boleh menyebar-luaskan artikel ini asal mencantumkan sumbernya.
  3. DILARANG MENJUAL-BELIKAN (MENGAMBIL KEUNTUNGAN EKONOMIS) DARI ARTIKEL INI TANPA IJIN PENULIS
  4. Tulisan ini hanya ulasan, cara pandang dan penjabaran dalam bahasa sederhana yang saya ketahui sebatas kemampuan. Maaf, saya tidak bermaksud menggurui. Jika anda suka, silahkan share untuk dibaca teman-teman yang lain. Semoga tulisan ini bisa membawa manfaat kebaikan untuk kita bersama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: