Zona Nyaman – Kisah Seekor Gajah

rantai gajah

Zona Nyaman – Kisah Seekor Gajah

WIRALINK – Anda tentu sudah sering mendengar istilah Comfort zone atau zona nyaman. Apakah artinya?

Comfort zone atau zona nyaman adalah sebuah zona atau wilayah pertumbuhan di mana kita merasa nyaman melakukan aktivitas di dalamnya. Biasanya, hal ini disebabkan kita sudah terbiasa melakukan aktivitas tersebut, sehingga tidak lagi merasakan ketakutan atau kegelisahan, juga tidak perlu bersusah payah menyelesaikannya.(1)
Pengertian zona nyaman adalah keadaan perilaku dimana seseorang berada dalam kondisi tanpa kecemasan, dengan perilaku yang dikondisikan untuk memberikan tingkat kinerja stabil, biasanya bebas dari resiko. (2)

Dalam Facebook FP : Dunia Wirausaha Indonesia : Semangat Perubahan! , saya sudah memposting “Kisah Seekor Gajah’. Disini akan saya tuliskan ulang, yaitu :

Zona Kenyamanan – Kisah Seekor Gajah,

Seekor anak Gajah dilatih sejak lahir untuk hidup di tempat yang sangat kecil. Pelatih mengikat kakinya dengan tali kesebuah tiang kayu yang ditancapkan ke dalam tanah. Panjang tali itu membatasi ruang gerak anak Gajah tersebut — pelatih tersebut sedang menciptakan “Zona Kenyamanan” bagi sang Gajah.

Meski pada awalnya anak Gajah itu berusaha untuk memutuskan tali, tali tersebut terlalu kuat. Jadi, anak Gajah itu belajar bahwa ia TIDAK BISA MEMUTUSKAN tali itu. Anak Gajah itu belajar bahwa ia harus tinggal dalam area yang ditentukan oleh panjang tali tersebut.

Ketika anak Gajah itu tumbuh dewasa dan menjadi raksasa berbobot 5 ton, ia bisa dengan mudah memutuskan tali tersebut, tapi Gajah itu bahkan tidak berusaha sedikitpun, karena sejak bayi ia sudah belajar bahwa ia TAK BISA MEMUTUSKAN tali tersebut. Dengan cara itu, seekor Gajah terbesarpun bisa ditahan hanya dengan seutas tali plastik yang sangat rapuh…..

Itulah sedikit gambaran tentang “Zona Kenyamanan”, mudah2an bermanfaat…

Dalam versi lain, seperti ini :

Dikisahkan ada seekor gajah liar yang sedang akan dijinakkan oleh sang pawang gajah. Langkah pertama yang dilakukan sang pawang adalah menembak gajah dengan suntik obat bius sambil menggiring gajah mendekati pohon.

Setelah gajahnya pingsan lalu langkah berikutnya adalah mengikat kaki gajah dengan rantai yang terikat ke sebuah pohon. Setelah pengaruh obat bius habis lalu selanjutnya gajah berontak kesana-kemari sambil lari menjauh dari pohon dan apa yang terjadi….?? Si gajah terjatuh karena kakiknya terikat ke sebuah pohon, dilakukannya lagi upaya melarikan diri dan untuk yang kesekian kalinya gajah terjatuh lagi.
Dicobanya langkah tadi berulang-ulang selama puluhan kali sampai si gajah terduduk lemas karena kecapaian dan langkah berikutnya adalah sang pawang memberikan makanan yang tidak enak kepada gajah dan apa akibatnya…??
Sang gajah menolak makan sambil berontak melampiaskan amarah yang akhirnya sang gajah tetap saja memakan makanan yang tidak enak itu

Dilakukannya cara seperti diatas berulang-ulang sampai beberapa minggu dan setelah tiba masanya maka tali rantai tersebut diganti dengan tali plastik dan apa yang terjadi…???
Sang gajah tetap tidak mau berubah karena sang gajah sudah merasakan rasa sakit yang luar biasa jika dia harus bergerak menjauh dari pohon.
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali “rantai gajah” yang membelenggu kita dan celakanya kita sendiri tidak mau melepaskannya karena takut hal itu akan menyakitkan jika “rantai gajah” sampai bisa terlepas (4)

Apa hubungan zona nyaman, cerita gajah dan kehidupan kita sehari-hari? Saya akan memberikan ilustrasi begini :

Berapa lama anda bekerja dalam sebuah perusahaan? 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun, atau lebih? Saya yakin bahwa anda tentu merasakan apa yang disebut dengan Zona Nyaman karena tidak akan merasakan ketakutan dan kekawatiran karena pasti mendapatkan hak yang dijanjikan oleh perusahaan setelah anda selesai mengerjakan kewajiban yang sudah ditentukan oleh perusahaan.

Saya yakin bahwa beberapa dari anda tidak akan berusaha mencari peluang dan pekerjaan di perusahaan lain ketika sudah menemukan Zona Nyaman sesuai gambaran ideal anda.  Maaf, saya juga termasuk dalam golongan ini yang berarti bahwa saya sudah menjadi ‘gajah’ seperti cerita di atas.

Dahulu, Saya pernah diskusi kecil dengan seorang teman yang memegang jabatan strategis di sebuah perusahaan swasta nasional. Begini katanya :

Belajar … Belajar … dan belajar.
Masuklah ke sebuah perusahaan agar kau mengerti manajemen dan cara mengelola sebuah perusahaan. Selain itu, ketika kau masih berada di posisi karyawan tingkat bawah, kau akan merasakan rasanya menjadi seorang ‘bawahan’ yang harus menurut dan pengikuti perintah ‘atasan’. Nanti, ketika kau sudah mendapat kepercayaan dari perusahaan dan memegang posisi/ jabatan maka kau akan bisa bercermin dari pengalamanmu sebagai bawahan agar kau bisa mengambil sebuah keputusan bijaksana yang akan membawa kemajuan bagi perusahaan dan teamwork mu.

Yah, ketika pertama lulus sekolah atau kuliah maka 1 hal yang ada dalam pikiran kita adalah ‘mencari pekerjaan’. Kita berharap bisa mendapatkan kenyamanan dan keamanan saat bergabung dalam sebuah perusahaan, sokor-sokor apabila kita bisa masuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan menjamin masa tua kita ketika kita mencapai usia pensiun. Kita semua berharap dan bergantung pada zona nyaman yang diciptakan /dibuat oleh perusahaan swasta, BUMN, dan Pemerintah.

rantai gajah

Berbondong-bondong banyak ‘gajah kecil’ yang datang ke bursa kerja untuk mencari pekerjaan yang diinginkannya. Gajah kecil sudah berusaha menyiapkan diri untuk taat pada aturan kerja ibarat mau dan mengijinkan sebelah kakinya diikat dengan rantai oleh pelatih (pimpinan dan/atau pemilik perusahaan). Sebagai imbalannya, gajah kecil akan mendapatkan tempat berteduh dari keganasan cuaca/ alam dan makanan rutin sesuai kebutuhan hidupnya. Mereka (dan kita?) menjadi Gajah kecil yang mau diikat aturan kerja asal mendapatkan gaji/ upah yang sesuai.

Pada awalnya, gajah kecil akan berusaha memberontak untuk memutuskan rantai pengikat kakinya. Tetapi, rantai itu terlalu kuat dan sulit untuk diputuskan sehingga gajah kecil harus menyadari dan berusaha menerima takdir bahwa dirinya wajib mengikuti aturan dari sang pawang.

Seiring perjalanan waktu, tanpa sadar gajah kecil sudah menjadi besar.  Si Gajah bisa mengangkat beban berat dengan kekuatan otot-otot tubuhnya yang turus tumbuh. Tetapi, si gajah belum berani memutuskan rantai yang mengikat kakinya walaupun ukuran rantai itu sama alias tidak pernah berubah sejak dia pertama kali masuk dalam kandang sang pelatih gajah.

Catatan : Disini saya tidak membahas PNS yang bekerja pada pemerintah dan perusahaan besar yang mempunyai aturan dan jaringan komplek nan membingungkan. Saya hanya melihat perusahaan kecil dan menengah yang masih bisa diadaptasi serta ditiru sistem kerjanya.

Begitupun kita, manusia yang menjadi karyawan dan pegawai. Setelah bertahun-tahun kita bekerja pada perusahaan maka (seharusnya) kita mempunyai banyak teman, kenalan, dan relasi bisnis. Tetapi, kita tetap takut memutuskan rantai pengikat dalam arti keluar dari perusahaan (kecil/ menengah) yang telah sekian lama memberikan zona nyaman. Kita tidak percaya diri untuk berusaha meniru atau mengadaptasi sistem kerja perusahaan lama tempat kita bekerja untuk membentuk perusahaan baru dimana posisi kita berubah dari seorang karyawan menjadi seorang bos pemilik perusahaan.

Gajah besar yang kuat dan perkasa tidak berani memasuki alam bebas yang (konon) menakutkan dan penuh ketidak-pastian. Karyawan senior yang sudah layak menjadi pemilik perusahaan kecil / menengah masih takut dan tidak percaya diri untuk memisahkan diri dari perusahaan lama karena takut pada bayang-bayangnya sendiri bahwa dia belum bisa menguasai pasar konsumen.

Apa yang bisa kita ambil kesimpulan dari tulisan di atas?

Ternyata, kita semua memerlukan keberanian dan semangat perjuangan pantang menyerah untuk meninggalkan zona nyaman dan menjadi seorang wirausaha mandiri. (RHRM / Herry)

Bagaimana menurut anda?

“Tidak ada pertumbuhan di zona nyaman dan tidak ada kenyamanan dalam zona pertumbuhan” (3)

DISCLAIMER :

1. Boleh menyebar-luaskan artikel ini asal mencantumkan sumbernya.
2. DILARANG MENJUAL-BELIKAN (MENGAMBIL KEUNTUNGAN EKONOMIS) DARI ARTIKEL INI TANPA IJIN PENULIS.
2. Tulisan ini hanya ulasan, cara pandang dan penjabaran dalam bahasa sederhana yang saya ketahui sebatas kemampuan. Maaf, saya tidak bermaksud menggurui.  Jika anda suka, silahkan share untuk dibaca teman-teman yang lain. Semoga tulisan ini bisa membawa manfaat kebaikan untuk kita bersama.

Referensi :
(1) http://alifmagz.com/?p=17341
(2) http://suksesitubebas.wordpress.com/2012/11/21/pengertian-zona-nyaman/
(3) http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/09/11/20115166/Bahaya.Berada.di.Zona.Nyaman
(4) http://ngubekubek.blogspot.com/2012/04/rantai-dikisahkan-ada-seekor-gajah-liar.html

One Response

  1. […] sudah membaca Kisah Gajah? Apa yang anda rasakan? Jika anda begitu bersemangat untuk memutuskan tali pengikat dan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: